Jumat, 22/05/2009 01:38 WIB
Tersangka Pencemaran Nama Baik PT K-Link Menyesal
Khairul Ikhwan – detikNews

Medan – M Nur Sitepu, tersangka pencemaran nama baik terhadap PT K- Link, akhirnya menyatakan permohonan maaf kepada perusahaan produsen suplemen itu. Tersangka menyatakan menyesal atas ucapannnya yang menduga kematian istrinya, almarhumah Maulida, karena mengkonsumsi produk K-Link.
 
“Saya sadar, saya salah mengambil tindakan itu. Saya juga ingin menjelaskan bahwa kondisi istri saya sebelum mengkonsumsi produk K-Link sudah parah. Istri saya juga sudah keluar masuk rumah sakit. Memang obat terakhir yang dikonsumsi dari produk K-Link, namun bukan berarti K-Link penyebab kematian istri saya,” ujar Sitepu kepada wartawan di Medan, Kamis (21/5/2009).

Sitepu juga menambahkan sikap ketidaktahuannya ini tampaknya telah menjerumuskannya pada status tersangka. Sebenarnya bukan proses hukum yang panjang seperti ini yang diharapkannya.
 
“Saya tidak pernah menyangka kasus ini bisa serumit dan sepanjang ini. Saya merasa bodoh telah menggulirkan masalah ini,” tutur Sitepu.
 
Joni Asmono selaku kuasa hukum Sitepu mengatakan pihaknya akan mengambil jalan damai kepada pihak K- Link. Dia juga menjelaskan walaupun status kliennya telah menjadi tersangka, tetapi dia sedang melakukan negosiasi kepada pihak K-Link agar dapat menempuh jalur kekeluargaan.
 
“Kita telah melakukan negoisasi pada K-Link. Jadi kita mau masalah ini diselesaikan saja pakai cara damai dan kekeluargaan saja. Klien saya juga mengakui karena sikap ketidaktahuannya pada hukum yang menyebabkannya seperti ini,” ucapnya.
 
Selain jalur negoisasi ini, Joni Asmono juga sedang melakukan usaha-usaha lain yang intinya ingin mengutamakan jalur damai.

Saat ini masih berstatus tersangka setelah diadukan ke polisi karena dalam pemberitaan di media massa menyatakan pruduk K-Link yang menyebabkan istrinya meninggal dunia.

(rul/rdf)

Rabu, 22/04/2009 03:17 WIB
Kasus Keracunan Obat
K-Link Nusantara Balik Adukan M Nur Sitepu
Khairul Ikhwan – detikNews

Medan – PT K-Link Nusantara melalui kuasa hukumnya Juniver Girsang dan Hamdan Zoelva, balik mengadukan M Nur Sitepu secara pidana ke Poltabes Medan.  Gugatan pidana ini dilakukan karena Sitepu dinilai telah mencemarkan nama baik PT K-Link Nusantara hingga mengakibatkan penurunan omset penjualan secara drastis di Sumatera Utara (Sumut).

“Pengaduannya sudah diajukan dua pekan lalu, hari ini kita datang ke Poltabes Medan, kasusnya sedang diproses dan ada beberapa saksi yang sudah diperiksa,” ujar Girsang kepada wartawan di Medan, Selasa, (21/4/2009)

Sepekan sebelumnya, Sitepu dan kuasa hukumnya dari Farid Wajdi, melayangkan somasi kepada PT K-Link Nusantara, dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian Maulida alias Ngatini, istri Sitepu. Pihak keluarga menyatakan, kematian Maulida diakibatkan mengkonsumsi produk suplemen produk perusahaan tersebut.

“Akibat tuduhan itu, yang dipublikasikan secara luas di media massa, nama baik K-Link Nusantara menjadi tercemar. Pihak keluarga dan kuasa hukumnya melakukan tuduhan tanpa dasar dan bukti,” kata Girsang.

Menurut Girsang, dari riwayat penyakit yang dialami Maulida sebelum meninggal dunia, korban telah mengidap penyakit ginjal akut.

“Tidak benar korban meninggal karena mengkonsumsi produk K-Link Nusantara. Kami punya fakta dan saksi. Tuduhan pihak keluarga terlalu prematur,” kata Girsang.

Sementara Hamdan Zoelva, yang juga kuasa hukum K-Link Nusantara mengaku, akibat opini yang dibentuk oleh keluarga korban, omset penjualan perusahaan tersebt mengalami penurunan secara drastis, terutama di Sumut.

“Selain berkualitas tinggi, produk PT K-Link sudah terdaftar di Balai Pengawas Obat dan Makanan. Semua kandungan obat berasal dari bahan alami dan tidak mengandung kimiawi. Kami tidak pernah mendapat keluhan, dan lagi pula mustahil terjadi penyakit ginjal akut setelah mengkonsumsi obat tersebut selama empat hari,” kata Zoelva.

Terkait dengan pengaduan secara pidana tersebut, Farid Wajdi selaku kuasa hukum Sitepu menyatakan siap menerimanya.

“Hak mereka untuk menyelesaikan secara hukum. Kita sudah berikan somasi, tetapi mereka memilih cara lain. Kita siap saja,” ujar Farid Wajdi.

(rul/lrn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s